DJI Mic Mini 2S Resmi Hadir, Audio Tetap Aman Saat Sinyal Putus DJI kembali memperkuat lini perangkat audio portabel melalui Mic Mini 2S. Produk ini hadir sebagai jawaban atas keluhan utama kreator konten, yaitu suara yang hilang saat koneksi nirkabel antara mikrofon dan kamera terganggu. Dengan memori internal sekitar 14,5 GB, perekaman internal 32 bit float, serta dukungan hingga empat transmitter dalam satu receiver, Mic Mini 2S terlihat disiapkan untuk pengguna yang membutuhkan mikrofon kecil, ringan, tetapi lebih aman saat dipakai di lapangan.
Mic Mini 2S Muncul sebagai Versi yang Ditunggu
DJI Mic Mini 2S mulai muncul di toko resmi DJI Hong Kong dengan status produk baru. Paket utama DJI Mic Mini 2S berisi dua transmitter, satu receiver, dan charging case, dengan harga HKD 1.299. DJI juga menawarkan paket satu transmitter dan satu receiver seharga HKD 739, serta transmitter terpisah seharga HKD 489.
Kehadiran model ini menjadi menarik karena Mic Mini 2 yang dirilis pada 28 April 2026 sebelumnya lebih menonjolkan ukuran ringkas, penutup magnetik warna warni, tiga preset suara, dua level peredaman noise, koneksi campuran, dan ekosistem DJI OsmoAudio. Dalam pengumuman Mic Mini 2, DJI sempat memberi sinyal bahwa Mic Mini 2S akan hadir pada musim panas dengan perekaman internal dan kemampuan empat transmitter ke satu receiver.
Dengan kata lain, Mic Mini 2S bukan sekadar variasi warna atau pembaruan kecil. Huruf S pada model ini dipahami sebagai storage, karena fitur paling besar yang ditambahkan adalah penyimpanan internal. Notebookcheck juga melaporkan DJI menetapkan jadwal peluncuran Mic Mini 2S pada 2 Juli 2026, dengan fokus pada perekaman internal dan dukungan empat kanal.
Fitur Kunci, Audio Tetap Tersimpan di Mikrofon
Fitur paling penting Mic Mini 2S adalah kemampuan merekam audio langsung di transmitter. DJI menyebut transmitter Mic Mini 2S memiliki penyimpanan internal sekitar 14,5 GB dan dapat merekam hingga 28 jam dalam mode perekaman internal 24 bit. Jika pengguna memilih 32 bit float, durasinya sekitar 22 jam.
Fitur ini penting karena perekaman nirkabel selalu memiliki risiko. Saat kreator merekam wawancara, liputan jalanan, acara panggung, kuliner, olahraga, atau konten luar ruangan, sambungan antara transmitter dan receiver bisa terganggu. Penyebabnya dapat berupa jarak, halangan fisik, keramaian sinyal, baterai yang melemah, atau posisi tubuh yang menutup jalur transmisi.
Dengan perekaman internal, audio tetap disimpan di mikrofon meski sinyal ke kamera atau ponsel bermasalah. DJI menyebut penyimpanan internal ini berfungsi sebagai cadangan yang andal terhadap penurunan sinyal. Pengguna juga dapat memilih menyimpan rekaman internal sebagai file asli atau versi yang sudah diproses algoritma tertentu.
“Bagi kreator lapangan, rekaman cadangan di transmitter bukan fitur tambahan biasa. Satu file audio yang selamat bisa menyelamatkan seluruh hasil produksi.”
32 Bit Float Jadi Pelindung Saat Suara Mendadak Keras
Selain menyimpan audio di transmitter, Mic Mini 2S mendukung perekaman internal 32 bit float. DJI menjelaskan fitur ini dapat menjaga rentang dinamis yang lebih luas dan membantu memperbaiki audio yang terlalu keras saat penyuntingan. Fitur tersebut tidak aktif secara otomatis dan perlu dinyalakan melalui aplikasi DJI Mimo.
Bagi pengguna awam, istilah 32 bit float mungkin terdengar teknis. Secara sederhana, format ini memberi ruang lebih besar saat menangkap suara sangat pelan atau sangat keras. Misalnya, saat narasumber tiba tiba tertawa keras, berteriak, atau mendekat ke mikrofon, audio yang biasanya pecah masih memiliki peluang lebih baik untuk diselamatkan dalam proses penyuntingan.
Namun, DJI tetap memberi catatan bahwa rentang efektif 32 bit float juga bergantung pada karakter fisik mikrofon. Artinya, fitur ini bukan sihir yang dapat memperbaiki semua rekaman buruk. Penempatan mikrofon, jarak dari mulut, arah angin, dan kebisingan sekitar tetap perlu diperhatikan.
Empat Transmitter untuk Satu Receiver
DJI Mic Mini 2S juga membawa peningkatan besar pada sisi jumlah mikrofon. Satu receiver dapat terhubung hingga empat transmitter secara bersamaan. DJI menyebut sistem ini bisa memakai kombinasi Mic Mini, Mic Mini 2, dan Mic Mini 2S, selama perangkat yang kompatibel sudah diperbarui ke firmware terbaru.
Kemampuan ini membuat Mic Mini 2S lebih menarik untuk format produksi yang melibatkan banyak orang. Konten podcast video, diskusi meja bundar, liputan komunitas, bincang bisnis, konten keluarga, sampai wawancara kelompok dapat dikerjakan dengan sistem yang lebih ringkas. Kreator tidak harus membawa beberapa receiver terpisah hanya untuk merekam lebih dari dua orang.
DJI juga menyebut receiver dapat menghasilkan output empat kanal pada kondisi tertentu, termasuk saat terhubung ke kamera Sony melalui DJI Mic Series Camera Adapter atau kabel 3,5 mm dalam mode quadraphonic. Dengan output empat kanal, penyunting bisa memisahkan suara tiap pembicara dan mengatur volumenya lebih rapi setelah proses rekaman selesai.
Desain Tetap Kecil, Bobot Naik Sedikit
Mic Mini 2S tetap mempertahankan identitas kecil dari keluarga Mic Mini. DJI mencantumkan bobot transmitter sekitar 12 gram tanpa magnetic clip dan magnet. Angka ini hanya sedikit lebih berat dibanding Mic Mini 2 yang sekitar 11 gram, serta tetap jauh lebih ringan dibanding mikrofon nirkabel yang lebih besar.
Ukuran kecil menjadi nilai penting bagi kreator konten harian. Mikrofon yang terlalu besar sering terlihat mencolok di baju, membuat narasumber tidak nyaman, atau mengganggu tampilan visual. Mic Mini 2S menawarkan pendekatan yang lebih halus, terutama untuk vlogger, pembuat konten mode, kuliner, perjalanan, hingga pewawancara yang ingin tampilan tetap bersih di kamera.
DJI juga mempertahankan konsep penutup magnetik warna warni. Pada paket 2 transmitter, 1 receiver, dan charging case, DJI mencantumkan penutup depan warna Obsidian Black dan Glaze White sebagai aksesori standar, serta satu set penutup magnetik multiwarna di dalam kotak.
Peredaman Noise AI dan Tiga Pilihan Karakter Suara
Mic Mini 2S membawa peredaman noise AI dua level. DJI menyebut fitur ini memakai model peredam noise milik perusahaan untuk menekan gangguan suara sekitar sambil menjaga kejernihan vokal. Pengguna dapat memilih pengaturan yang sesuai dengan lingkungan dalam ruangan atau luar ruangan.
Selain itu, DJI menyediakan tiga preset karakter suara, yaitu Regular, Rich, dan Bright. Regular memberi suara yang lebih netral, Rich cenderung memberi kesan lebih penuh, sedangkan Bright dapat membantu suara terdengar lebih terang. Preset seperti ini berguna untuk kreator yang ingin hasil cepat tanpa banyak mengutak atik audio di komputer.
Namun, pengguna perlu memahami batasannya. DJI memberi catatan bahwa jika file internal disimpan sebagai Original File, peredaman noise dan preset suara tidak diterapkan ke file internal, meski tetap berpengaruh pada audio yang dikirim ke receiver. Hal ini penting agar pengguna tidak bingung ketika hasil rekaman cadangan terdengar berbeda dari audio yang masuk ke kamera.
Jarak Transmisi hingga 400 Meter
DJI mencantumkan jarak transmisi maksimum Mic Mini 2S hingga 400 meter saat receiver terhubung dengan transmitter Mic Mini 2S, Mic Mini 2, atau Mic Mini. Angka ini diukur di lingkungan terbuka, tanpa halangan, dan bebas gangguan. Saat memakai DJI Mic Series Mobile Receiver, jarak dapat turun menjadi 300 meter dalam mode tertentu, atau 200 meter ketika mencampur transmitter dari beberapa generasi dalam mode lain.
Angka 400 meter tentu tidak selalu tercapai dalam pemakaian harian. Di kota, studio ramai, gedung bertingkat, panggung acara, atau lokasi dengan banyak perangkat nirkabel, sinyal bisa lebih cepat terganggu. Karena itu, perekaman internal menjadi pasangan penting untuk jarak transmisi panjang. Pengguna boleh merekam dari jarak jauh, tetapi tetap memiliki file cadangan di transmitter bila sambungan ke receiver tidak sempurna.
Untuk kreator perjalanan, dokumenter ringan, dan liputan lapangan, kombinasi jarak jauh dan rekaman internal memberi rasa aman. Kamera bisa berada di satu titik, sementara pembicara bergerak. Jika sesekali sinyal putus, file yang tersimpan di transmitter masih bisa diambil setelah produksi selesai.
Kompatibel dengan Kamera, Ponsel, Komputer, dan Ekosistem OsmoAudio
DJI menyebut Mic Mini 2S bisa dipakai bersama kamera, ponsel melalui port USB C atau Lightning, koneksi Bluetooth langsung, dan komputer. Perangkat ini juga mendukung ekosistem DJI OsmoAudio. Transmitter dapat terhubung langsung ke perangkat tertentu seperti Osmo Action 4, Osmo Pocket 4P, Osmo Action 6, Osmo Nano, dan Osmo 360 tanpa receiver tambahan.
Kemampuan koneksi langsung ke perangkat DJI membuat alur kerja lebih ringkas untuk pengguna yang sudah memakai kamera aksi atau kamera saku DJI. Mereka tidak harus memasang receiver di atas kamera atau membawa banyak kabel. Bagi pembuat konten perjalanan, motoran, sepeda, olahraga, atau vlog harian, pengurangan aksesori kecil seperti ini dapat membuat proses rekaman lebih cepat.
Mic Mini 2S juga dapat terhubung langsung ke ponsel melalui Bluetooth, tetapi DJI menyebut satu ponsel hanya dapat terhubung ke satu transmitter pada satu waktu. Untuk produksi lebih serius dengan beberapa pembicara, pengguna tetap lebih cocok memakai receiver yang mendukung banyak transmitter.
Charging Case Tidak Hanya untuk Mengisi Daya
Paket utama Mic Mini 2S menyertakan charging case. DJI menyebut case ini dapat mengisi satu receiver dan dua transmitter sekitar 3,2 kali saat terisi penuh. Selain itu, case bisa menyimpan dua transmitter, receiver, receiver mobile, magnetic clip, magnet, windscreen, dan kabel kamera 3,5 mm.
Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah pemindahan file. Setelah transmitter diletakkan di charging case, pengguna dapat menghubungkan case ke komputer atau ponsel untuk menyalin rekaman internal dari transmitter. Ini membuat proses mengambil file cadangan lebih tertata, terutama saat produksi menghasilkan banyak klip.
DJI juga mencatat pengisian transmitter dan receiver melalui charging case membutuhkan sekitar 70 menit pada suhu ruang. Charging case utama membutuhkan sekitar dua jam untuk terisi penuh dengan pengisi daya yang sesuai.
Daya Tahan Baterai Turun dari Mic Mini 2
Ada satu hal yang perlu diperhatikan calon pembeli. Daya tahan total Mic Mini 2S tidak sepanjang Mic Mini 2. Dalam tabel perbandingan DJI Store, Mic Mini 2S mencatat waktu operasi total sekitar 40 jam dengan transmitter 11 jam dan receiver 10 jam. Sementara Mic Mini 2 mencatat total sekitar 48 jam dengan transmitter 11,5 jam dan receiver 10,5 jam.
Penurunan ini cukup wajar karena Mic Mini 2S membawa perekaman internal dan penyimpanan di transmitter. Fitur tambahan membutuhkan konsumsi daya. Untuk pengguna yang lebih mementingkan durasi paling panjang dan tidak butuh file cadangan, Mic Mini 2 masih bisa terasa lebih masuk akal.
Namun, bagi kreator yang pernah kehilangan audio saat wawancara penting, pengorbanan beberapa jam baterai mungkin layak diterima. Perekaman internal memberi perlindungan yang nilainya baru terasa saat terjadi kesalahan di lokasi.
“Baterai panjang memang nyaman, tetapi audio yang hilang tidak bisa diulang. Di sinilah Mic Mini 2S punya alasan kuat untuk dipilih.”
Posisi Mic Mini 2S di Antara Mic Mini 2 dan Mic 3
DJI kini punya susunan produk audio yang lebih jelas. Mic Mini 2 menjadi pilihan kecil dan murah untuk kreator pemula. Mic Mini 2S naik kelas dengan memori internal, 32 bit float, koneksi empat transmitter, dan output empat kanal. Sementara DJI Mic 3 tetap berada di atasnya dengan layar sentuh 1,1 inci, penyimpanan internal sekitar 27,9 GB, perekaman dual file internal, timecode, dan kemampuan koneksi lebih luas.
Posisi ini membuat Mic Mini 2S terasa seperti titik tengah. Ia lebih aman daripada Mic Mini 2 untuk produksi serius, tetapi tetap lebih kecil dan lebih sederhana daripada Mic 3. Pengguna yang membuat konten harian, wawancara ringan, video bisnis, edukasi, dan liputan acara kecil dapat melihat Mic Mini 2S sebagai alat yang cukup lengkap tanpa masuk ke kelas perangkat audio yang lebih mahal dan besar.
TechRadar sebelumnya menilai Mic Mini 2 sebagai produk bernilai tinggi, tetapi menyebut kekurangan besarnya adalah tidak adanya perekaman internal dan 32 bit float. Mic Mini 2S pada dasarnya mengisi celah tersebut.
Kenapa Fitur Ini Penting untuk Kreator Indonesia
Di Indonesia, banyak kreator bekerja di kondisi yang tidak selalu ideal. Wawancara dilakukan di pasar, jalan raya, kafe, panggung kecil, kantor, sekolah, lokasi wisata, bengkel, dan ruang publik yang ramai. Dalam kondisi seperti itu, gangguan sinyal dan noise sekitar sangat mudah terjadi.
Mic Mini 2S menawarkan dua lapis bantuan. Pertama, peredaman noise AI membantu menekan suara sekitar. Kedua, perekaman internal memberi cadangan bila audio yang masuk ke kamera terganggu. Untuk YouTuber, jurnalis video, kreator TikTok, dokumentator acara, kru pernikahan, sampai pelaku UMKM yang membuat konten produk, kombinasi ini terasa relevan.
Meski begitu, ketersediaan resmi di Indonesia masih perlu menunggu informasi distributor lokal. Hingga rujukan DJI Store Hong Kong yang terbuka saat ini, harga yang terlihat masih memakai HKD, bukan rupiah. Karena itu, calon pembeli di Indonesia perlu memastikan garansi, kanal pembelian resmi, dan dukungan purna jual sebelum membeli dari luar negeri.
Hal yang Perlu Diingat Sebelum Membeli
Mic Mini 2S bukan perangkat yang otomatis cocok untuk semua orang. Pengguna yang hanya membuat video pendek di ruangan tenang mungkin cukup memakai Mic Mini 2 yang lebih murah. Pengguna profesional yang membutuhkan timecode, layar sentuh, penyimpanan lebih besar, dan fitur audio lebih lengkap mungkin lebih cocok melirik DJI Mic 3.
Namun, Mic Mini 2S menarik bagi pengguna yang berada di tengah. Mereka ingin mikrofon tetap kecil, tetapi tidak ingin lagi kehilangan audio saat koneksi putus. Mereka juga ingin 32 bit float untuk ruang koreksi lebih besar dan kemampuan merekam beberapa pembicara dalam satu receiver.
Pengguna juga perlu belajar alur kerja file cadangan. Setelah rekaman selesai, file internal perlu disalin, disinkronkan dengan video, lalu disusun dalam penyuntingan. Jika tidak terbiasa, proses ini bisa terasa tambahan pekerjaan. Namun, bagi produksi penting, tambahan langkah tersebut jauh lebih baik daripada kehilangan suara utama.
Perangkat Kecil dengan Perubahan Besar
DJI Mic Mini 2S menunjukkan arah baru mikrofon nirkabel ringkas. Ukurannya masih kecil, bobotnya sekitar 12 gram, tetapi fiturnya mulai menyentuh kebutuhan produksi yang lebih serius. Perekaman internal 28 jam dalam mode 24 bit, dukungan 32 bit float, memori sekitar 14,5 GB, empat transmitter ke satu receiver, output empat kanal, peredaman noise AI, dan koneksi OsmoAudio membuatnya jauh lebih matang dibanding Mic Mini biasa.
Nilai terpentingnya tetap pada rasa aman. Kreator bisa merekam dengan lebih percaya diri karena audio tidak hanya bergantung pada sambungan nirkabel. Saat sinyal melemah, saat receiver terganggu, atau saat kamera gagal menerima suara dengan baik, transmitter masih menyimpan jejak suara di dalam perangkat.
DJI tampaknya memahami bahwa kualitas video kini sudah mudah dicapai banyak kamera dan ponsel. Bagian yang sering merusak hasil justru audio. Dengan Mic Mini 2S, perusahaan menawarkan jawaban sederhana, kecilkan alatnya, simpan suara langsung di mikrofon, dan beri kreator peluang lebih besar untuk pulang dengan rekaman yang aman.





