Klinting.. klinting.. klinting!
Untuk yang pernah belajar marketing pasti cukup familiar dengan prinsip 3P atau bahkan 7P. Namun diantara semua deret kata yang diawali dengan huruf P tersebut, 2 kata yang berhasil menembus dinding kepala saya adalah Place dan Promotion. Satuan kata yang bila diingat kembali memang sangat penting. Kenapa? Karena “place” inilah yang menjadi tempat awal penarik tamu (traffic) masuk ke toko/tempat jualan/etalase yang kita punya. Demikian juga dengan promotion, salah satu fitrah promosi adalah untuk mendatangkan tamu (traffic).
Tinggi rendahnya kunjungan tamu ke toko/etalase/tempat jualan yang kita miliki menentukan laku/tidaknya barang yang sedang kita jual. Lalu, apa hubungannya konsep marketing dengan posisi kita sebagai publisher yang ingin memasang iklan?
Jangan pindah window dulu, karena jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Semakin banyak traffic/visitor yang kita miliki, yang datang ke etalase online (blog) kita, maka secara teori management kita memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mendapatkan konversi/pembeli, atau dalam kasus sebagai publisher, orang yang melihat dan melakukan klik pada iklan kita.
Permasalahan paling umum adalah, bagaimana memastikan bahwa etalase kita didatangi banyak orang? Etalase bisa ramai, tapi berapakah yang beneran masuk ke dalam toko? Jawabannya cuma satu: pantau etalase kita! Pernah kan masuk ke sebuah toko, dan sebuah bel kecil berbunyi “klinting…klinting…klinting”? Logika yang sama sebenarnya berlaku juga bagi etalase online kita. Yang perlu kita lakukan adalah memasang/mempergunakan traffic tracking code. Sehingga setiap kali ada orang yang masuk ke blog kita, bel kecil berbunyi dan mencatat kunjungan yang terjadi.
Gampang kan? Semakin sering bel kita berbunyi, semakin besar kesempatan jualan kita laris manis. Tapi bila bel kecil kita tiba-tiba “mute”, kita bisa berjaga-jaga dan mengusahakan agar bel kecil tersebut tetap berdenting. Bagaimanapun, Kita tetap butuh traffic agar barang jualan Kita “dilirik” atau bahkan “dibeli” orang.
Tugas yang sedikit lebih berat setelah pemasangan bel kecil tadi sebenarnya adalah melihat sejauh mana orang yang berkunjung pada akhirnya melakukan pembelian terhadap apapun yang ditawarkan dalam etalase kita. Penasaran? Sabar, dalam pembahasan selanjutnya kita akan masuk ke bagaimana serunya analogi kamera cctv atau barcode dalam pengukuran analytics untuk etalase online kita.
Tapi sebelum melangkah lebih jauh, pastikan etalase kita sudah memiliki bel kecil penghitung traffic. Klinting… klinting… klinting… Selamat! Satu orang tercatat melakukan visit ke etalase kita!
Anantya
Guest blogger
Thankyou for helping out, good info .
trima mas…infonya bagus
makasih atas tipsnya